Concentrated Solar Thermal : Energi Baru Terbarukan (EBT) Corporate Social Responsibilities Investor Relations Our Company at A Glance..

Available for JV/TO : Gold Mining Permit for 3,250 Hectares with reserves 5 MT gold (placer)

Posted on: Feb 10, 2015  By: admin  In Uncategorized  With: No Comments »

We are a local mining company based in Aceh, Northern Sumatera (Indonesia). Mining permit is valid until year 2032.

Sumatra  Island  is  the  northwest  oriented  physiographic  expression,  lied  on  the western edge of Sundaland. The main geographical trendlines of the island are rather simple. Its backbone is formed by the Barisan Range which runs along the western side. The Sumatra island is interpreted to be constructed by collision and suturing of discrete microcontinents in late Pre-Tertiary times

 

Aceh Structure Patern 2Aceh Structure Patern

 

 

 

The company is looking for serious and committed investor for joint of takeover. Please take a look the mining activities

Please email us : info@acehglobalenergi.com

Kapal MagellanicMagellanic Gold

Cost Recovery : Pengembalian Biaya Operasi Industri Hulu Migas Indonesia

Posted on: Jan 14, 2015  By: admin  In Uncategorized  With: No Comments »

 

Cost Recovery adalah terminologi yang lazim dipakai untuk menjelaskan pengembalian biaya operasi pada industri hulu migas di Indonesia. Bagaimana negara mengendalikan pengembalian Cost Recovery ini? Penting untuk diketahui, pada industri hulu migas Cost Recovery tidak dikembalikan pemerintah dalam bentuk dana/uang, tapi dalam bentuk produksi migas. Artinya, untuk Cost Recovery tidak ada dana yang dikeluarkan secara fisik, oleh pemerintah dr APBN– maupun oleh SKK Migas. Pengembalian biaya operasi ini dipotong dari produksi migas. Negara sadar Cost Recovery mengurangi penerimaan negara, sehingga perlu dikendalikan & diawasi. Disinilah SKK Migas berpartisipasi. Pengendalian & pengawasan ini tidak hanya pengawasan fisik, tapi juga memastikan setiap proses bisnis memiliki pengendalian internal.

Pada prinsipnya, SKK Migas melakukan pengendalian dan pengawasan dalam tiga tahapan, yaitu

(1.) Saat awal akan terjadinya biaya (pre audit);

Pre audit adalah pengawasan pada rencana pengembangan lapangan / Plan of Development (POD) yang mencerminkan rencana jangka panjang Kontraktor KKS. Pengawasan juga dilakukan pada saat penyusunan program kerja dan anggaran tahunan, yaitu melalui persetujuan Work Program and Budget (WP&B). Dan pada saat anggaran tersebut dilaksanakan dalam proyek. Pengawasan dimulai dari penyampaian rencana proyek dalam Authorization for Expenditure (AFE).

(2.) Saat eksekusi biaya dan pelaksanaan pekerjaan (current audit);

Current audit adalah pengawasan atas mekanisme pengadaan & pelaksanaan proyek berdasarkan pedoman tata kerja acuan bagi Kontraktor KKS. Sementara itu, untuk proyek-proyek besar, pengawasan dilakukan oleh unit khusus yang melakukan monitor dan pengawasan secara intensif

(3.) Setelah biaya terjadi dan pekerjaan selesai dilakukan (post audit).

Post audit adalah prosedur auditing oleh SKK Migas, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, BPK & Direktorat Jenderal Pajak. Bagaimana jika ditemukan kekeliruan Cost Recovery? Kekeliruan ini dikoreksi pada proses bagi hasil berikutnya dengan mengurangi atau menambahkannya. Koreksi ini dikenal dengan over/under lifting. Ini dapat diterapkan dalam industri hulu migas karena siklus yang panjang selama kontrak atau 30 tahun. Input yang konstruktif hanya bisa dihasilkan dari pemahaman yang benar dan menyeluruh tentang kegiatan usaha hulu migas di Indonesia. Tata kelola mengendalikan Cost Recovery sudah dibangun sebagai upaya memaksimalkan penerimaan untuk negara, dan tentu saja ruang perbaikan masih terbuka.

Source :  @HumasSKKMigas