Cost Recovery : Pengembalian Biaya Operasi Industri Hulu Migas Indonesia

 

Cost Recovery adalah terminologi yang lazim dipakai untuk menjelaskan pengembalian biaya operasi pada industri hulu migas di Indonesia. Bagaimana negara mengendalikan pengembalian Cost Recovery ini? Penting untuk diketahui, pada industri hulu migas Cost Recovery tidak dikembalikan pemerintah dalam bentuk dana/uang, tapi dalam bentuk produksi migas. Artinya, untuk Cost Recovery tidak ada dana yang dikeluarkan secara fisik, oleh pemerintah dr APBN– maupun oleh SKK Migas. Pengembalian biaya operasi ini dipotong dari produksi migas. Negara sadar Cost Recovery mengurangi penerimaan negara, sehingga perlu dikendalikan & diawasi. Disinilah SKK Migas berpartisipasi. Pengendalian & pengawasan ini tidak hanya pengawasan fisik, tapi juga memastikan setiap proses bisnis memiliki pengendalian internal.

Pada prinsipnya, SKK Migas melakukan pengendalian dan pengawasan dalam tiga tahapan, yaitu

(1.) Saat awal akan terjadinya biaya (pre audit);

Pre audit adalah pengawasan pada rencana pengembangan lapangan / Plan of Development (POD) yang mencerminkan rencana jangka panjang Kontraktor KKS. Pengawasan juga dilakukan pada saat penyusunan program kerja dan anggaran tahunan, yaitu melalui persetujuan Work Program and Budget (WP&B). Dan pada saat anggaran tersebut dilaksanakan dalam proyek. Pengawasan dimulai dari penyampaian rencana proyek dalam Authorization for Expenditure (AFE).

(2.) Saat eksekusi biaya dan pelaksanaan pekerjaan (current audit);

Current audit adalah pengawasan atas mekanisme pengadaan & pelaksanaan proyek berdasarkan pedoman tata kerja acuan bagi Kontraktor KKS. Sementara itu, untuk proyek-proyek besar, pengawasan dilakukan oleh unit khusus yang melakukan monitor dan pengawasan secara intensif

(3.) Setelah biaya terjadi dan pekerjaan selesai dilakukan (post audit).

Post audit adalah prosedur auditing oleh SKK Migas, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, BPK & Direktorat Jenderal Pajak. Bagaimana jika ditemukan kekeliruan Cost Recovery? Kekeliruan ini dikoreksi pada proses bagi hasil berikutnya dengan mengurangi atau menambahkannya. Koreksi ini dikenal dengan over/under lifting. Ini dapat diterapkan dalam industri hulu migas karena siklus yang panjang selama kontrak atau 30 tahun. Input yang konstruktif hanya bisa dihasilkan dari pemahaman yang benar dan menyeluruh tentang kegiatan usaha hulu migas di Indonesia. Tata kelola mengendalikan Cost Recovery sudah dibangun sebagai upaya memaksimalkan penerimaan untuk negara, dan tentu saja ruang perbaikan masih terbuka.

Source :  @HumasSKKMigas

Leave a Reply